Update : Jum'at, 28 Agustus 2020, 15:53:13     Dilihat : 638 kali

Jakarta (27/8), Kementerian Pertanian terus membangun terobosan inovasi pelayanan publik secara prima menuju pertanian modern berbasis manajemen teknologi informasi  melalui penggunaan aplikasi sistem informasi perbenihan berbasis online yaitu penggunaan QR-Code/Barcode pada kemasan/label benih tanaman pangan yang bersertifikat.   Dengan penggunaan QR-Code/Barcode, para petani dan petugas pertanian di lapangan dapat langsung memperoleh informasi mengenai identitas benih, karena data-data perbenihan sudah diinput secara online oleh BPSB maupun produsen benih yang mendapat sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SSM). Cukup menggunakan aplikasi reader QR-Code/ Barcode sudah diperoleh informasi mengenai identitas benih tersebut

Menurut Kasubdit Pengawasan Mutu Benih, Catur Setiawan, aplikasi ini cukup mudah, pengguna dapat menginstall aplikasi QR (Quick Response) Code Scanner  pada Play Store android dan App Store untuk IOS. Kemudian scanning barcode pada kemasan benih yang akan dicek, maka akan muncul informasi identitas benih.

Perkembangannya, dilapangan sampai saat ini sedang dilaksanakan uji coba penggunaan  QR-Code/Barcode, petani  yang mendapat bantuan benih pemerintah di seluruh Indonesia, sudah bisa mengakses melalui QR-Code/barcode untuk melacak asal usul dan tanggal kadaluarsa benih, informasi produksi, jaminan label mutu benih bersertifikat yang sesuai standar, dan jumlah stok yang beredar, ujarnya.  

Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa, Kementan melalui Direktorat Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan luncurkan “aplikasi QR-Code/Barcodedengan tujuan memberikan informasi peredaran benih secara efektif, efisien, transparan, cepat, dan tepat (jumlah, mutu, varietas, waktu, tempat) serta status benih terkini yang beredar di Indonesia.

Kementan memberi kepastian jaminan mutu benih yang dapat ditelusuri, baik stok dan sebaran benih yang diproduksi serta beredar di dalam negeri, ” tutunya..

Keuntungan nyata aplikasi ini yaitu efisiensi waktu dalam pengawasan dan monitoring benih, dapat terhindari kesalahan teknis pada sistem manual, cepat dalam pengambilan keputusan, data informasi benih dapat tersaji secara cepat, tepat, akurat, transparan, database terintegrasi dan dapat diakses kapapanpun dan dimanapun sehingga dapat meminimalisir pemalsuan benih, ujar Takdir.

“Jka benih dipalsukan dan benih tidak tumbuh yang jelek adalah produsen benihnya. Hal ini untuk melindungi produsen dan petani pengguna benih”, tambah Takdir.

Takdir menegaskan, “Untuk itu, seluruh produsen benih yang sudah sertifikasi mandiri/belum harus mengakses seluruh produksi benih dan stok benih melalui aplikasi QR-Code/Barcode, agar seluruh produksi dan stok yang beredar dapat tercatat dan terpantau di masyarakat, dan ketika benih disalurkan, stok akan berkurang secara otomatis.

“Hal ini sangat penting dan bermanfaat untuk pemerintah dalam mengambil langkah kebijakan tentang ketersediaan benih bermutu dalam negeri, ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian,  Syahrul Yasin Limpo (SYL),  Kementan terus fokus meningkatkan pelayanan publik yang prima sebagai wujud kepedulian Kementerian Pertanian untuk merespon cepat permasalahan pemalsuan benih yang sering terjadi dan beredar di masyarakat, sehingga ketersediaan benih bermutu terjaga.

“Langkah kongkretnya adalah melakukan upaya-upaya maksimal dengan optimalisasi sistem informasi perbenihan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas serta efisiensi penggunaan sumber daya dalam era digital,” kata SYL.

“Tahun 2021, semua benih bantuan pemerintah saya targetkan sudah menggunakan QR-Code/Barcode yang dapat di akses dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat secara luas, tegas Suwandi.

Pengawasan Peredaran Benih

Secara terpisah, Dodi, perusahaan benih jagung hibrida PT. BISI, sangat mendukung sistem aplikasi ini,  ia mengungkapkan bahwa melalui sistem aplikasi Barcode/QR Code, sangat mempermudah bagi kami dalam mengontrol peredaran benih, utamanya dalam mengetahui benih yang akan kadaluarasa dan jumlah stok benih yang beredar.

“Sistem ini mengingatkan masa berlaku benih perusahaan kami, dan sangat membantu perusahaan menjaga dan meningkatkan mutu benih” tutur Dodi..

Demikian disampaikan oleh Chiqa dari PT. Syngenta, terbangunnya sistem ini akan meningkatkan kepercayaan dan keberlanjutan usaha perbenihan karena informasi benih yang dibutuhkan tersedia lengkap dengan identitasnya.

Harapannya, “Sistem ini menjadikan transparansi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh produsen maupun petani” kata Chiqa.

Kontributor : Retno Setianingsih, Dewi Taliroso

 

Pencarian :
AGENDA
  • TEsting aja
    22-11-2015 - 24-11-2015

    Testing aja yaaaa

  • Agenda 3
    10-10-2015 - 15-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

  • Agenda 2
    03-10-2015 - 04-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam



PENGUMUMAN
  • Pengumuman 10
    11-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

  • Pengumuman 9
    11-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

  • Pengumuman 8
    11-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam