Update : Senin, 28 Desember 2020, 02:08:33     Dilihat : 310 kali
Placeholder

REMBANG, Padi hibrida diharapkan mampu memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan produksi padi nasional untuk mencapai swasembada yang berkelanjutan. Setelah sukses melakukan panen perdana benih padi hibrida dengan produktivitas rata-rata mencapai 2,5 ton GKP/ha (18/12), Direktur Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Mohammad Takdir Mulyadi, melakukan percepatan tanam Benih Padi Hibrida Rakitan Anak Bangsa varietas HIPA-21 dan Hipa 19 bersama Bupati Rembang, Abdul Hafidz di Kecamatan Sale, Rembang.

Takdir menyampaikan, bahwa sesuai arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kementerian Pertanian terus dongkrak terobosan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi melalui kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Hibrida Berbasis Korporasi Petani”. 

“Kementerian Pertanian memberikan bantuan kepada kelopoktani berupa benih induk, pupuk, pestisida serta pendampingan teknis dari Balai Penelitian Padi Sukamandi, Balai Pengawasan Sertifikasi Benih, Penyuluh dan mitra dari PT Tunas Wiji Inti Nayotama (PT. TWINN). Tak luput juga dukungan Pemerintah Daerah dari Bupati, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten”, ucap Takdir.   

“Padi hibrida terbukti sebagai salah satu terobosan peningkatan produktivitas padi secara nasional. Melalui pemanfaatan keunggulan sifat heterosis yang terdapat pada turunan pertama (F1) padi hibrida, akan menghasilkan potensi hasil minimal 20% lebih tinggi dibanding padi inbrida”, imbuhnya.

“Melihat keberhasilan panen benih padi hibrida di Rembang, target tahun depan Rembang bisa ekspor benih padi hibrida seperti kesuksesan ekspor benih jagung hibrida petani Tuban, disamping menghasilkan devisa Negara, ini menjadi kebanggaan tersendiri bahwa produk rakitan anak bangsa mampu bersaing ke luar negeri”, papar Takdir.

Secara terpisah, Rakimin (PT. Twinn) mengungkapkan “Akan mengawal lebih serius untuk target ekspor benih padi hibrida tahun 2021”. Saat ini sedang proses penjajakan kerjasama ke Negara tetangga.

Saat diwawancarai terpisah, Sodiq (Gapoktan Subur Sejahtera) Kec.Sale, Rembang mengungkapkan bahwa usaha benih padi hibrida memberikan keuntungan ganda dibandingkan tanam padi konsumsi dengan selisih keuntungan sekitar Rp. 17 juta/ha.

“Hitungan analisa usaha tani benih padi hibrida dengan asumsi produksi rata-rata 2,5-2,8 ton/ha dihargai sekitar Rp. 45 juta, dikurangi biaya produksi sekitar Rp. 14 juta,  jadi total pendapatan yang diterima petani dari benih sekitar 31 juta.

Sedangkan bertanam padi konsumsi dengan asumsi produksi 6 ton/ha, diperoleh dihargai kurang lebih Rp. 24 juta/ha, dikurangi biaya produksi sekitar Rp. 10 juta, dengan total pendapatan petani kurang lebih Rp. 14 juta”, lanjut Sodiq.

Hal inilah yang membangkitkan semangat para petani Rembang untuk tetap bergeliat tanam benih padi hibrida untuk mancapai ekspor benih padi hibrida dari hasil rakitan anak bangsa, imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Rembang, Hafidz mendukung sepenuhnya kegiatan ini, petani agar gerak cepat memanfaatkan musim hujan yang telah tiba serta menggunakan sarana prasarana yang telah diberikan pemerintah sehingga bisa menghasilkan benih sendiri, hasil produksinya semakin meningkat, yang pada gilirannya kebutuhan pangan di Rembang terpenuhi, dan petani makin sejahtera.

“Terbukti hasil panen benih padi hibrida HIPA 21 dan HIPA 19 mempunyai karakter keunggulan yang mampu bersaing dengan varietas terdahulu, dan mempunyai magnet tersendiri yang kuat untuk dikembangkan di Rembang tutur Hafidz. 

Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan Rembang, Agus Iwan Haswanto menambahkan bahwa kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi petani, petani mampu meningkatkan kapasitasnya untuk bisa mengelola bisnis usaha taninya dibidang produksi benih padi hibrida secara mandiri, untuk memenuhi ketersediaan benih insitu dan berkelanjutan, dengan produktivitas lebih tinggi dibanding padi inbrida atau lokal.

Kontributor : Retno Setianingsih

Pencarian :
AGENDA
  • TEsting aja
    22-11-2015 - 24-11-2015

    Testing aja yaaaa

  • Agenda 3
    10-10-2015 - 15-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

  • Agenda 2
    03-10-2015 - 04-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam



PENGUMUMAN
  • Pengumuman 10
    11-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

  • Pengumuman 9
    11-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

  • Pengumuman 8
    11-10-2015

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam